Pemerintah Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilan menyelenggarakan Pelatihan Talenta Digital UMKM secara serentak dengan peserta terbanyak di tingkat kabupaten, yakni sebanyak 509 peserta.
Operation Manager MURI Andre Purwandono, mengapresiasi atas capaian Kabupaten Kotabaru yang berhasil menggelar pelatihan UMKM serentak terbanyak di Indonesia pada tingkat kabupaten.
“Hari ini kita semua menjadi saksi atas kegiatan luar biasa di Kabupaten Kotabaru, yaitu pelatihan UMKM secara serentak dengan total peserta 509 orang. Kami dari MURI sangat mengapresiasi semangat dan kolaborasi yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya di Kotabaru.
Andre menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut agar UMKM di Kotabaru semakin maju dan tangguh,” ujarnya.
Wakil Bupati Syairi Mukhlis, menyampaikan kegiatan ini merupakan rangkaian tiga momentum besar yang saling mendukung, yaitu penyerahan Rekor MURI, peluncuran Strategi HEBAT, dan pelatihan talenta digital UMKM.
“Rekor MURI ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi pengakuan atas kerja keras, kolaborasi, dan komitmen kita semua dalam membangun ketangguhan masyarakat pascabencana,” ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa Strategi HEBAT Bencana menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah dengan pendekatan inklusif, berbasis data, dan berkelanjutan.
“Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik — build back better — dengan semangat gotong royong dan inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan digital bagi UMKM merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Kotabaru dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar dapat beradaptasi di era digital.
“Tiga kegiatan ini saling berkaitan: Rekor MURI menunjukkan kekuatan kolaborasi, Strategi HEBAT memberi arah pembangunan, dan pelatihan UMKM memperkuat ekonomi lokal,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru, Hendra Indrayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya sebagai upaya membekali masyarakat dengan kemampuan menghadapi bencana.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan bekal kepada masyarakat agar memiliki kapasitas saat menghadapi bencana. Dimulai dari pelatihan dasar hingga penguatan kemampuan pascabencana yang disampaikan oleh para narasumber,” jelasnya.
Ia berharap hasil pelatihan ini dapat menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Kotabaru.
“Apa yang telah kami jalankan bersama dukungan Bupati dan para pihak terkait, semoga bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi kekuatan mereka dalam menghadapi berbagai situasi bencana,” imbuhnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kotabaru, Suci Annisa Rusli, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan nasional tersebut.
Ia menilai pengakuan MURI menjadi bukti nyata bahwa gerakan PKK bukan hanya bersifat sosial, tetapi juga gerakan perubahan.
“Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kami, karena semangat gotong royong masyarakat Kotabaru mendapat pengakuan nasional. Ini bukti bahwa PKK ikut berperan dalam perubahan nyata,” ujarnya.
Suci menambahkan, tantangan pascabencana bukan hal yang mudah karena banyak keluarga dan pelaku usaha kecil yang terdampak. Namun, dengan dukungan Pemkab Kotabaru dan mitra strategis, PKK berkomitmen melanjutkan pendampingan dan digitalisasi bagi UMKM.
“Kami ingin agar UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga naik kelas. Penghargaan ini kami persembahkan untuk para pelaku UMKM yang terus belajar dan beradaptasi, serta untuk generasi muda Kotabaru yang menjadi harapan masa depan,” ungkapnya.

