PT Borneo Indobara Pelaku UMKM dan BUMdes Tingkatkan Pendapatan

3 Menit Baca

Perusahaan tambang batubara PT Borneo Indobara (BIB) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, membina pelaku UMKM dan BUMdes melalui program training export guna meningkatkan pendapatan usaha.

Community Services Section Head pada PT BIB, Wahyudi Wijaya di Tanah Bumbu, Sabtu mengatakan, training export merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan program CSR PT BIB unuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di 22 desa ring satu perusahaan.

“Kami melihat banyak pelaku UMKM dan BUMDes memiliki produk dan potensi untuk dikembangkan ke pasar internasional, seperti pangan lokal, hasil ternak, dan olahan pertanian,” kata Wahyudi.

Ia mengatakan, ada keterbatasan pengetahuan ekspor, manajemen usaha, standar mutu, dan pemasaran global masih menjadi tantangan utama.

Melalui pelatihan ini, PT BIB berupaya membekali pelaku usaha dengan kompetensi relevan agar mampu meningkatkan daya saing dan membuka peluang ekspor.

Training export diikuti 50 peserta dari berbagai jenis usaha yang ada di desa binaan PT BIB. Peserta meliputi peternak bebek, produsen keripik lokal, pengusaha mie kelor, pembuat aneka olahan pangan, serta BUMDes dari 22 desa yang mengelola unit-unit usaha strategis dan dilaksanakan selama dua hari.

Peserta memperoleh pembekalan komprehensif terkait peluang dan mekanisme ekspor, pemetaan pasar global, standar kualitas produk internasional, serta strategi branding yang sesuai dengan preferensi konsumen luar negeri.

Materi diperdalam melalui praktik langsung, meliputi penyusunan profil produk ekspor, identifikasi buyer potensial, penyusunan shipping document, simulasi proses ekspor, teknik pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Peserta juga menerima materi tentang peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, dan pemahaman regulasi dan prosedur perdagangan internasional.

Menurut Wahyudi, keberagaman peserta mencerminkan besarnya potensi produk daerah yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global.

PT BIB menargetkan peserta mampu menerapkan langkah-langkah konkret menuju pengembangan usaha berstandar ekspor, bukan hanya memahami teori, sehingga dampaknya dapat memberi pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam pengembangan usaha.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai standar mutu dan peluang pasar global, program ini diharapkan mampu menciptakan produk unggulan desa yang lebih kompetitif. Selain itu, pelatihan memperkuat ekosistem UMKM lokal, membuka peluang kemitraan baru, serta mendorong lahirnya eksportir baru dari Tanah Bumbu.

“Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program CSR yang berdampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Pelatihan ekspor ini diharapkan menjadi pintu bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai produk mereka,” tegas Wahyudi.

Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan, Kusnaidy menyampaikan pelatihan ini membuka wawasan tentang bagaimana produk lokal bisa bersaing di luar negeri.

“Materi yang disampaikan sangat aplikatif, dan kami merasa lebih percaya diri untuk mencoba peluang ekspor,” tuturnya.

Bagikan Artikel Ini