


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan dalam sepekan ke depan, periode 11–17 Februari 2026, secara umum didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, serta berpotensi meningkat pada waktu dan wilayah tertentu.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawati Uli Mahanani, Selasa (10/2/2026), menyampaikan bahwa suhu udara di Kalimantan Selatan diprakirakan berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara relatif tinggi, yakni antara 60 hingga 99 persen.
“Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut pada siang sampai malam hari, serta dari Timur Laut pada dini hingga pagi hari dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam,” jelasnya.
BMKG memprakirakan, pada periode 11–13 Februari 2026, wilayah Kalimantan Selatan bagian utara dan barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, bahkan lokal lebat. Sementara wilayah bagian timur dan selatan diprediksi mengalami hujan ringan dengan potensi sedang.
Pada periode 14–17 Februari 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi hujan ringan hingga sedang, dengan kondisi berawan disertai hujan ringan di wilayah timur.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kondisi ini diprakirakan terjadi pada 11–12 Februari 2026 di sejumlah wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong. Potensi serupa juga diperkirakan terjadi pada 13 Februari 2026 di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan, serta kembali meningkat pada 16–17 Februari 2026 di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kalimantan Selatan.
“Nelayan dan operator transportasi laut diminta waspada terhadap gelombang yang dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter pada 13–14 Februari 2026 di perairan Banjarmasin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru,” ujar Uli Mahanani.
BMKG juga mencatat adanya potensi pasang air laut maksimum di perairan Kotabaru pada 16–17 Februari 2026 pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan ketinggian maksimum mencapai 2,6 meter, yang berpotensi memicu genangan di wilayah pesisir.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti jalan licin, banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir juga diminta lebih waspada terhadap potensi banjir dan banjir rob.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi InfoBMKG, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

