Pemprov Kalsel Pastikan Stok Pangan Cukup dan Harga Tetap Stabil

Sultan
3 Menit Baca

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan bahan pokok pangan di wilayah Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil selama momentum bulan suci Ramadan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah, menyampaikan bahwa fluktuasi harga menjelang dan saat Ramadan merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi.

“Memang momen bulan puasa seperti ini biasanya ada pergerakan harga, tetapi berdasarkan laporan yang kami terima, tidak ada komoditas yang harganya melonjak terlalu tinggi. Secara umum masih terkendali,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (25/2/2026). 

Ia menambahkan, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel bersama tim di kabupaten/kota terus melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

“Teman-teman di kabupaten/kota juga terus memantau harga dan ketersediaan bahan. Kami tetap pantau setiap saat,” katanya.

Adapun komoditas yang mengalami sedikit gejolak harga didominasi kelompok bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Namun demikian, kenaikannya dinilai masih dalam batas wajar dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Terkait rincian persentase kenaikan harga, pihaknya menyebut data lengkap masih dalam proses rekapitulasi dan akan disampaikan lebih lanjut setelah laporan final diterima.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi bahan pangan selama Ramadan.

“Himbauan kami, masyarakat sebaiknya bijak dalam mengonsumsi bahan pangan, tidak berlebihan, serta mengonsumsi aneka ragam komoditas terutama sayuran. Jangan terfokus pada satu jenis saja agar seluruh produksi petani kita dapat terserap dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik terhadap isu kenaikan harga.

Insya allah masih aman. Stok kita cukup sampai akhir Ramadan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalsel juga telah menggelar kegiatan pasar murah atau gelaran pangan sejak sebelum Ramadan. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi wanita dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sejak hari pertama puasa pada 18 Februari, gelaran pangan dilaksanakan di kawasan 0 Kilometer dan berlangsung selama 10 hari hingga 28 Februari. Setiap hari, pemerintah menyalurkan paket bahan pangan ke sejumlah titik, termasuk di Banjarmasin.

“Upaya ini diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga di pasaran serta memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadan,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini