Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat peran pelayanan publik melalui peningkatan sosialisasi informasi kesehatan jiwa kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Direktur RSJ Sambang Lihum, dr. Yuddy Riswandhy Noora melalui Kepala Seksi Humas dan Informasi, Budi Harmanto menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten menyampaikan berbagai informasi layanan kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi.
“Untuk sosialisasi, kami laksanakan setiap saat. Melalui sub koordinasi PIPM atau PKRS, kami selalu menyampaikan berbagai informasi baik itu terkait layanan, jadwal dokter, hingga perubahan regulasi dari pemerintah,” ujarnya di Kabupaten Banjar, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, setiap perubahan seperti jadwal pelayanan poli, regulasi dari Kementerian Kesehatan, hingga program terbaru selalu diinformasikan secara aktif.
“Kami juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk menyampaikan informasi kegiatan rumah sakit, termasuk layanan baru maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung,” tambahnya.
Selain itu, RSJ Sambang Lihum juga terus beradaptasi terhadap kebutuhan pelayanan, termasuk dalam kondisi tertentu yang memerlukan penambahan fasilitas.
“Penambahan ruangan memang belum ada secara khusus di tahun 2025 maupun 2026, namun sifatnya situasional. Jika terjadi peningkatan jumlah pasien, kami siap melakukan penyesuaian, termasuk penambahan ruang pelayanan,” jelasnya.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman yang menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Budi berharap, melalui keterbukaan informasi dan pelayanan yang adaptif, masyarakat semakin memahami pentingnya kesehatan jiwa serta tidak ragu untuk mengakses layanan yang tersedia.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan layanan kesehatan jiwa. Informasi yang terbuka diharapkan mampu menghilangkan stigma sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mental,” tutupnya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

