Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah yang baru berdiri sejak April 2003, hasil pemekaran dengan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
Daerah yang berujuluk “Bumi Bersujud” merupakan daerah yang memiliki penduduk bersifat majemuk (plural). Daerah ini menjadi tempat bertemunya beragam etnis, budaya dan sosial yang hidup berdampingan.
Keberagaman menciptakan identitas yang kuat dan kaya, menjadikannya warisan budaya yang menarik, yang juga dapat meningkatkan potensi pariwisata daerah, khususnya wisata kuliner yang beragam.
Tanah Bumbu tidak pernah kehabisan pilihan wisata kuliner yang menggugah selera. Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah warung makan Sop Kambing 3 Ratu di jalan Raya Batulicin Kecamatan Simpang Empat tepatnya Samping Bank Danamon.
Warung ini mampu memikat hati para pecinta kuliner yang menyajikan makanan dengan menu kambing khas Bantul Yogyakarta.
Berbagai menu bahan dasar kambing tersedia tersedia di warung itu, ada Sate Klatak, Sop Kambing, Tongseng Kambing, Gulai Kambing, Sate Pronyos, Nasi Goreng Kambing dan Tengleng Kambing.
Setiap menu makanan yang dihidangkan diracik dengan bumbu rempah khas Nusantara mampu menciptakan cita rasa yang pas, pedas, dan gurih. Dan setiap menu menjadi lebih istimewa karena daging kambing yang disajikan adalah hewan kambing jenis gibas randu jawa dengan usia di bawah satu tahun atau kambing muda.
Menu yang menjadi andalan adalah sate klatak dan tengkleng rica, menu itu menawarkan sensasi pedas menggigit dengan daging yang lembut dan empuk.
Sate klatak merupakan daging kambing muda berbumbu garam dan merica, ditusuk jeruji besi. Cara menikmati sate klatak paling pas dengan memadukan kuah gulai encer dan nasi putih hangat.
Salah satu daya tarik Warung Makan Sop Kambing 3 Ratu adalah lokasinya yang strategis, mudah dijangkau dari pusat kota, bahkan menjadi perlintasan pengguna jalan lintas Provinsi.
Desain tempatnya yang sederhana dan tidak beda jauh seperti warung makan pada umumnya, Warung Makan Sop Kambing 3 Ratu memiliki konsep cara memasak yang unik dan tradisional membuat warung tersebut menjadi tempat yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mata.
Cara masaknya menggunakan bara arang kayu mampu membuat aroma yang berbeda, asap dihasilkan dari tetesan lemak makanan yang mengenai bara arang memberikan rasa mendalam dan khas yang tidak bisa didapatkan dari kompor gas atau konvensional.
Pemilik Warung Makan Sop Kambing 3 Ratu asal Yogyakarta, Triyono (40) mengakui, warung tersebut buka setiap hari sejak Pukul 17.30 Wita.
“Rata-rata setiap hari mempu menghabiskan tiga ekor kambing untuk semua menu yang di sajikan,” kata Triyono, di Batulicin Senin.
Ia menerangkan, dari tiga ekor kambing yang dipoting diperkirakan kurang lebih menjadi 100 porsi, artinya porsi yang disajikan ke pelenggan cukup memuaskan/banyak.
“Jika anda ingin mencoba pengalaman kuliner unik yang menggabungkan kelezatan rasa di Kota “Bumi Bersujud: Warung Makan Sop Kambing 3 Ratu adalah pilihan yang tepat. Buka setiap hari setiap Pukul 17.30 hingga 22.00 Wita, di Jalan Raya Batulicin Samping Bank Danamon,” tutup Triyono.

