Pelayanan PRSPD Iskaya Banaran Tetap Optimal Meski Terapkan WFH dan Pola Kerja Baru

2 Menit Baca

Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi, memastikan bahwa pelaksanaan pola kerja Work From Home (WFH) maupun penyesuaian sistem kerja lima hari tidak mengganggu pelayanan kepada klien di panti.

Ia menyampaikan, setelah berjalan selama satu minggu terakhir, pelaksanaan WFH di lingkungan panti tidak menemui kendala berarti. Seluruh layanan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Pada intinya tidak ada kendala maupun permasalahan. Semua sudah kami susun sedemikian rupa agar pelayanan kepada klien tetap berjalan optimal,” ujar Pahlevi, Banjarbaru, Sabtu (25/4/2026).

Pahlevi menjelaskan, berbagai layanan utama seperti pembinaan keterampilan, pengasuhan, hingga pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. Petugas seperti pengasuh, perawat, hingga pekerja sosial tetap disiagakan sesuai kebutuhan pelayanan di dalam panti.

“Pelayanan seperti keterampilan, kesehatan, pengasuhan, semuanya tetap berjalan seperti biasa. Kami sudah mengantisipasi agar tidak ada gangguan pelayanan,” tambahnya.

Dalam penerapan WFH, pihaknya juga tetap mengatur kehadiran pegawai dengan komposisi sekitar 70 persen bekerja di kantor (WFO) dan 30 persen bekerja secara fleksibel. Kebijakan ini diterapkan merata di seluruh elemen, baik sekretariat, pelayanan, pembinaan, hingga pekerja sosial.

Meski jumlah pegawai yang hadir secara fisik mengalami pengurangan sesuai kebijakan pemerintah, Pahlevi menegaskan bahwa kualitas layanan tidak mengalami penurunan.

“Kita memang mengurangi jumlah orang yang hadir, tetapi tidak mengurangi kualitas pelayanan. Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah WFA,” tegasnya.

Sementara itu, dengan diterapkannya sistem kerja lima hari, terdapat penyesuaian pada hari Sabtu yang kini menjadi hari libur. Namun demikian, pihak panti tetap memberlakukan sistem piket, khususnya pada bagian pelayanan dan pembinaan, guna memastikan kebutuhan klien tetap terpenuhi.

“Kalau Sabtu memang libur, tetapi tetap ada petugas yang piket, terutama di pelayanan dan pembinaan. Jadi pelayanan kepada klien tetap berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara administrasi tidak ada kendala berarti dalam penerapan sistem kerja baru tersebut.

Dengan berbagai penyesuaian yang telah dilakukan, PRSPD Iskaya Banaran memastikan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para penyandang disabilitas yang menjadi klien di panti tersebut. Mc Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini