Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Melalui surat resmi bernomor B-PO.00.01/20.4.45/D-III.2/IV/2026 tertanggal 20 April 2026, Kemenpora resmi membatalkan penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra POPNAS) tahun 2026. Surat tersebut telah dikirimkan kepada seluruh Kepala Dinas yang menangani bidang olahraga di seluruh provinsi Indonesia.
Pembatalan ini bukan tanpa alasan. Merujuk pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-181/MK.03/2026 tanggal 1 April 2026 perihal Penajaman Belanja Kementerian dan Lembaga Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pra POPNAS 2026 dinyatakan tidak dapat disediakan. Kebijakan efisiensi anggaran nasional menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
Selain pembatalan Pra POPNAS, Kemenpora juga menerbitkan surat terpisah bernomor B/PR.03.00/4.13.8/SET/IV/2026 tertanggal 13 April 2026 yang memerintahkan penghentian sementara kegiatan pembinaan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) di seluruh provinsi. Pengelola di masing-masing provinsi diminta segera melakukan peninjauan dan penghitungan ulang terhadap Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya.
Meski kebijakan pusat memaksa pembatalan, Dispora Kalimantan Selatan memastikan semangat pembinaan atlet pelajar tidak ikut padam. Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah antisipatif.
“Betul, terkait pembatalan yang dilakukan pemerintah pusat, Kemenpora telah mengirimkan surat ke semua provinsi bahwa kegiatan Pra POPNAS di tahun 2026 dibatalkan. Namun pembatalan tersebut tidak mengurangi apa yang sudah kami rencanakan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap akan melaksanakan POPDA sebagai ajang seleksi bagi para pelajar yang sudah berlatih selama beberapa tahun untuk mempersiapkan diri,” ujar Rijal, Kamis (30/4/2026).
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) akan menjadi wadah pengganti sekaligus ajang seleksi resmi di tingkat provinsi. Para atlet pelajar yang telah berlatih keras pun tidak perlu khawatir perjuangan mereka sia-sia.
Lebih jauh, Rijal menegaskan bahwa orientasi pembinaan kini diarahkan ke jangka panjang. Target berikutnya adalah POPNAS yang direncanakan berlangsung pada 2027.
“Melalui arahan dari Pak Kadispora, pembinaan yang dilakukan tetap harus berjalan. Kami akan tetap mempersiapkan atlet-atlet yang nantinya akan bertanding di POPNAS, yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2027. Atlet-atlet yang sudah masuk ke dalam cabang olahraga POPDA ini tetap akan kami perjuangkan agar bisa bertanding,” tegasnya.
Keputusan Dispora Kalsel untuk tetap menggelar POPDA di tengah pembatalan dari pusat menjadi sinyal penting bahwa pembinaan atlet pelajar di Bumi Lambung Mangkurat tidak akan berhenti hanya karena kebijakan efisiensi anggaran nasional. Para atlet muda tetap punya panggung dan masa depan mereka tetap diperjuangkan. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

