Sosialisasi Bela Negara dan Bhinneka Tunggal Ika, Generasi Muda Tanah Bumbu Dibekali Nilai Pancasila dan Nasionalisme di Era Digitalisasi

3 Menit Baca

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi Bela Negara, Karakter Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan di Era Digitalisasi di MTs Nurul Wathan dan MA Nurul Wathan, Desa Sepakat, Kecamatan Mantewe, Kamis (7/5/2026).

Sosialisasi ini dilaksanakan dalam upaya menanamkan semangat nasionalisme dan memperkuat karakter generasi muda.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Kepala Bakesbangpol Nahrul Fajeri, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi agar siswa mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika di era digital dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi menghadirkan narasumber Kabid Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Tanah Bumbu Ida Romundang Lubis, dan Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial, Fatmadi Anas, S.Pt., M.A.

Kabid Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Tanah Bumbu, Ida Romundang Lubis, mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus dijaga persatuannya, termasuk di ruang digital.

Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga polarisasi di media sosial.

Untuk menangkal hoaks, pelajar diminta lebih cermat dalam menerima informasi dengan memastikan sumber berita berasal dari situs resmi, membaca informasi secara utuh, serta melakukan cross check.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika di ruang digital, seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan hate speech, serta menggunakan bahasa yang sopan saat berkomentar di media sosial.

“Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita tetap bersatu walaupun berbeda. Sikap toleransi harus tetap dijaga, termasuk di dunia maya,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan, narasumber juga menyampaikan solusi menghadapi tantangan era digital bagi remaja, yakni meningkatkan literasi digital, memanfaatkan internet untuk karya dan prestasi, serta menjadi pengguna media sosial yang bijak dan beretika.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekcam Mantewe, UPTD Dinas KB, Kemenag, Puskesmas Mantewe, Kepala Desa Sepakat beserta Ketua PKK dan anggota, Ketua Yayasan, para guru, serta siswa-siswi MTs/MA dengan penuh antusias. Acara berlangsung tertib dan interaktif. (Win)

sumber : mc.tanahbumbukab.go.id

Bagikan Artikel Ini