Siswi SMA Jadi Sasaran Pencegahan Stunting, Pemprov Kalsel Gelar Aksi Bergizi

3 Menit Baca

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah di SMA Negeri 11 Banjarmasin, sebagai upaya membangun kesadaran hidup sehat dan pentingnya gizi seimbang bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel ini diawali dengan edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik, hingga gerakan minum tablet tambah darah bagi siswi perempuan guna mencegah anemia dan stunting sejak dini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak sekolah dan para siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, Aksi Bergizi menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada para pelajar melalui pola makan bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta rutin berolahraga.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat, pentingnya sarapan, makan makanan bergizi seimbang, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, generasi muda yang sehat akan lebih percaya diri, lebih semangat belajar, dan mampu meraih cita-cita di masa depan. Ia pun berpesan kepada para siswa agar membiasakan konsumsi makanan bergizi, mengurangi jajan sembarangan, serta menjaga pola hidup sehat sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin menjelaskan kegiatan Aksi Bergizi rutin dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di sekolah-sekolah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi makanan sehat, tetapi juga pemberian tablet tambah darah, aktivitas fisik, serta edukasi kesehatan remaja lainnya.

“Tujuannya mengenalkan makanan bergizi kepada siswa-siswi, membiasakan minum tablet tambah darah khususnya bagi siswi perempuan, kemudian juga ada edukasi tentang bahaya narkoba, pernikahan dini, dan bagaimana memilih makanan bergizi,” jelasnya.

Diauddin menambahkan, siswi SMA menjadi sasaran penting dalam program pencegahan stunting karena mereka merupakan calon ibu di masa mendatang.

“Pencegahan stunting tidak bisa dimulai saat bayi lahir saja, tetapi harus sejak remaja putri, ibu hamil hingga masa tumbuh kembang anak,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap tercipta budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui gerakan Aksi Bergizi yang meliputi aktivitas fisik teratur, sarapan bersama, edukasi gizi seimbang, serta gerakan minum tablet tambah darah setiap minggu.

Selain meningkatkan derajat kesehatan warga sekolah, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah sehat dengan siswa yang sehat, ceria, inovatif, tangguh, dan aktif. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini