PT Borneo Indobara Kenalkan Integrated Farming System ke Pelajar

3 Menit Baca

Perusahaan Tambang batubara PT Borneo Indobara (BIB) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengenalkan program Integrated Farming Sistem ke pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sungai Loban.

PT BIB Rutin melaksanakan pengenalan Community Learning Center (CLC) kepada pelajar dan masyarakat. Pada kesempatan kali ini, peserta berasal dari SMK Negeri 1 Sungai Loban yang mengikuti kegiatan edukasi lapangan mengenai konsep pertanian terpadu atau Integrated Farming System yang dikembangkan di kawasan CLC.

“Peserta diajak mengenal secara langsung berbagai sektor yang saling terintegrasi dalam sistem pertanian terpadu. Peserta belajar mengenai budidaya tanaman sayur-sayuran, budidaya jamur, hingga sistem budidaya ikan menggunakan metode bioflok yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Pendamping Program Education Trip dari CSR PT Borneo Indobara, Sandy Rahmad di Batulicin dilaporkan Rabu.

Ia mengatakan, selain sektor pertanian dan perikanan, peserta juga melihat secara langsung pengelolaan peternakan sapi dan kambing yang berada di kawasan CLC.

Peserta diperkenalkan pada proses pengolahan limbah ternak yang dimanfaatkan menjadi biogas sebagai bentuk penerapan energi alternatif dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

Kegiatan semakin menarik ketika peserta diajak mencoba secara langsung madu kelulut dari sarangnya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen edukatif yang memberikan wawasan baru mengenai budidaya lebah madu dan potensi hasil peternakan alami.

“Peserta juga mendapatkan bingkisan berupa tanaman sayuran yang dibawa pulang untuk dirawat secara mandiri. Pemberian tanaman ini diharapkan dapat menjadi pengalaman lanjutan bagi peserta untuk mulai mengenal dan menumbuhkan minat terhadap pertanian sejak dini,” terang Sandy.

Melalui Education Trip ini PT BIB ingin mengenalkan bahwa Community Learning Center bukan hanya tempat belajar pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan.

“Melalui program Education Trip ini, CSR PT Borneo Indobara berharap Community Learning Center dapat terus menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, lingkungan, dan pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan,” jelas Sandy.

Kepala SMK Negeri 1 Sungai Loban, Quadri Hassul, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan Education Trip yang dinilai memberikan pengalaman belajar nyata bagi para siswa di luar lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sangat positif karena siswa tidak hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep pertanian terpadu diterapkan di lapangan.

“Banyak pengetahuan baru yang didapatkan siswa mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga pengolahan limbah menjadi energi alternatif. Kami sangat mengapresiasi CSR PT Borneo Indobara yang telah memberikan kesempatan belajar seperti ini,” tutup Quadri Hassul.

 

Bagikan Artikel Ini