Pelatihan Rapid Test Kit Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG di Kalsel

3 Menit Baca

Upaya memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 

Salah satunya melalui Sosialisasi Penggunaan Rapid Test Kit Pangan Segar Asal Tumbuhan dan Pangan Olahan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banjarbaru, Senin (8/6/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman melalui Sekretaris Dinas, Saptono mengatakan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat menentukan kualitas hidup dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut aksesibilitas, pemanfaatan, serta keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas konsumsi dan keamanan pangan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk bersama Badan Gizi Nasional dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Saptono menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MBG sebagai salah satu program prioritas nasional. 

“Namun, keberhasilan program tersebut juga harus diiringi dengan jaminan keamanan pangan yang baik,” katanya.

Ia mengungkapkan, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya terkait penyediaan pangan bergizi, tetapi juga memastikan pangan yang disajikan bebas dari cemaran berbahaya. Selain itu, pola konsumsi anak usia sekolah juga menjadi perhatian karena masih tingginya konsumsi makanan siap saji dan jajanan yang kurang sehat.

“Keamanan pangan, baik pangan segar maupun pangan siap saji, menjadi aspek yang harus mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan Program MBG,” tuturnya.

Saptono menambahkan, keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

Melalui pelatihan penggunaan Rapid Test Kit, petugas SPPG dibekali kemampuan melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi cemaran pangan, seperti formalin, boraks, residu pestisida, maupun parameter keamanan pangan lainnya.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas SPPG dalam melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan secara mandiri sehingga kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga,” jelasnya.

Ia menegaskan, keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kesalahan dalam pengelolaan pangan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama Program MBG.

Karena itu, Saptono mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya keamanan pangan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian makanan.

“Dengan pengawasan yang baik dan berkelanjutan, kita dapat memastikan makanan yang disalurkan melalui Program Makan Bergizi Gratis benar-benar aman, sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini