Kolaborasi BPSDMD Kalsel dan BKPSDM Tanah Bumbu Cetak Pengawas Adaptif dan Inovatif

3 Menit Baca

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanah Bumbu resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026 di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2026).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 40 pejabat pengawas eselon IV dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sebagai upaya meningkatkan kompetensi manajerial aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tanah Bumbu, Rusdiansyah, menyampaikan apresiasi kepada BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pemerintahan.

Menurutnya, Pelatihan Kepemimpinan Pengawas merupakan instrumen strategis untuk membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, inovatif, serta mampu menjawab berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin dinamis.

“Sebagai pejabat pengawas atau pejabat eselon IV, peserta memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan pemerintah. Posisi tersebut sangat strategis karena berhubungan langsung dengan pelayanan publik, pelaksanaan program pembangunan, serta pengelolaan sumber daya organisasi,” ujarnya.

Rusdiansyah menambahkan, kapasitas kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar dalam menghadapi dinamika birokrasi saat ini.

Ia menilai pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan adaptif guna mewujudkan birokrasi yang efektif, responsif, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Jumlah peserta yang mencapai 40 orang menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam meningkatkan kompetensi aparatur. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Rusdiansyah mendorong peserta untuk memanfaatkan pelatihan sebagai sarana memperluas wawasan, memperkuat jejaring kerja, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya aksi perubahan yang dihasilkan peserta selama pelatihan agar tidak hanya menjadi persyaratan akademik, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Setiap peserta diharapkan mampu menghasilkan aksi perubahan yang memberikan dampak positif bagi organisasi. Saat ini tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik semakin tinggi, sehingga diperlukan aparatur yang mampu bekerja cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada hasil,” ungkapnya.

Menurutnya, kepemimpinan pengawas harus mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing, mendorong budaya kerja yang inovatif, serta membangun kolaborasi yang kuat dalam mencapai tujuan organisasi.

Rusdiansyah optimistis melalui Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV Tahun 2026 akan lahir pemimpin-pemimpin pengawas yang memiliki kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian tinggi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh integritas dan kesungguhan. Manfaatkan setiap proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” pungkasnya. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini