Perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, PT Borneo Indobara (BIB) terus memperkuat kader posyandu untuk memperkuat pencegahan kasus stunting di “Bumi Bersujud” melalui training of trainer feeding style.
“Ini adalah pelatihan yang dibawakan kepada para pelatih atau fasilitator kader posyandu untuk mengajarkan dan menyebarluaskan konsep gaya pengasuhan pemberian makan anak (child feeding style) kepada orang tua,” kata Empowerment & Development Dept Head PT BIB, Silvyna Aditia di Batulicin, Rabu.
Silvyna Aditia di damping PIC Pilar Kesehatan, Arifah Farsya mengatakan, kondisi stunting di wilayah Ring 1
perusahaan saat ini ada 84 anak tersebar di 22 desa binaan PT BIB).
Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut dia, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan berkelanjutan, tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pola asuh dan pola pemberian makan anak.
Training of trainers diikuti sebanyak 92 kader posyandu dan mereka diharapkan mampu memperkuat pendampingan di tingkat masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Office PT BIB Angsana, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Kepayang, dengan menghadirkan Tim Ahli Dosen Psikologi Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai trainer dan fasilitator.
“Mereka dibekali pemahaman agar mampu meneruskan edukasi kepada orang tua dan pengasuh serta memberikan pendampingan yang lebih tepat sesuai kondisi keluarga di masing-masing desa,” katanya.

Arifah Farsya juga menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat peran kader dalam pencegahan stunting.
“Kami berharap melalui pelatihan ini kader semakin memahami pentingnya pola asuh dan pola pemberian makan anak. Ilmu yang didapat nantinya dapat diteruskan kepada masyarakat di masing-masing desa,” ujar Arifah.
Materi dan metode pelatihan yang diberikan yaitu peserta mendapatkan materi mengenai stunting, parenting, dan feeding style. Pembelajaran dilakukan melalui buku dan video edukasi serta dilengkapi dengan role play feeding style dan parenting agar peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan materi yang diberikan selama tiga hari.
Peserta juga diperkenalkan dengan Caregiver’s Feeding Style Questionnaire (CFSQ) sebagai instrumen untuk memahami pola pemberian makan yang diterapkan oleh pengasuh kepada anak.
Salah satu kader Posyandu atau peserta pelatihan, Kartini, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menambah pengetahuan kader dalam mendampingi keluarga.
“Materinya sangat bermanfaat, terutama tentang feeding style dan parenting. Ada juga praktik dan role play sehingga kami lebih mudah memahami dan nantinya bisa menerapkannya saat mendampingi masyarakat,” ujar Kartini.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada para ibu dan keluarga di desanya.
Untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100 persen peserta memperoleh sertifikat berdasarkan peningkatan pengetahuan melalui hasil pre-test dan post-test.
Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa materi yang diberikan selama pelatihan dapat diterima dan dipahami oleh para peserta.
Setelah mengikuti pelatihan, para kader akan melakukan transfer knowledge kepada masyarakat di masing-masing desa. Kader juga akan melakukan screening lapangan menggunakan Caregiver’s Feeding Style Questionnaire (CFSQ) sebagai bagian dari proses pendampingan keluarga.
Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat dan diterapkan dalam pendampingan keluarga di tingkat desa.
“Kegiatan ToT ini merupakan bagian dari pendampingan kesehatan yang telah dilakukan CSR PT BIB secara berkelanjutan. Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan berbagai program pendukung pencegahan stunting, di antaranya edukasi Menu CERIA (Cegah Stunting Raih Impian Anak) yang memperkenalkan menu bagi bayi dan ibu hamil,” lanjut Arifah Farsya
Selain itu, CSR PT BIB juga melakukan pendampingan kader secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai fasilitator serta pendampingan Posyandu Balita di wilayah Ring 1 perusahaan.
Melalui penguatan kapasitas 92 kader dari 22 Desa Ring 1, PT BIB berharap edukasi mengenai stunting, parenting, dan feeding style dapat menjangkau lebih banyak keluarga. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Program Kesehatan CSR PT BIB untuk terus memperkuat kolaborasi antara kader, Posyandu, tenaga ahli, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting secara berkelanjutan.

