Jahe Merah Hatungun Siap Jadi Ikon Hortikultura Kalsel, Produksi Ditarget Naik 20% di 2025

Sultan
2 Menit Baca

Batulicin, Tanah Bumbu – 02/06/2025 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong sektor pertanian berbasis inovasi. Salah satu fokus terbaru adalah pengembangan jahe merah di Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, yang diproyeksikan menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan kondisi tanah yang subur dan didukung sumber daya manusia yang kompeten, Hantungun dinilai sebagai lokasi ideal untuk pengembangan jahe merah. Komoditas ini tengah naik daun karena permintaan pasar yang meningkat, baik untuk kebutuhan obat herbal, bumbu masakan, maupun produk olahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Amir Sahlan, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas hasil pertanian.

“Kami mendorong petani untuk memanfaatkan bibit unggul dan menerapkan teknik budidaya yang tepat. Pelatihan berkelanjutan juga kami selenggarakan agar setiap langkah yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Amir Sahlan, Senin (2/6/2025).

Saat ini, luas lahan jahe merah di Hantungun telah mencapai lebih dari 60 hektare, dengan produksi puluhan ton per tahun. Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi hingga 20% pada 2025, yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan petani sekaligus menguatkan perekonomian daerah.

Tak hanya dari pemerintah daerah, Kementerian Pertanian RI juga turut mendukung inisiatif ini. Pada 2022, bantuan berupa Bangsal Pasca Panen diberikan untuk meningkatkan kualitas pengolahan pascapanen. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong inovasi produk turunan jahe merah, seperti serbuk jahe instan, minuman herbal, dan ekstrak jahe.

“Sektor hortikultura tidak hanya berhenti di tanam dan panen. Kami ingin membangun rantai nilai dengan mengembangkan industri olahan, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar,” tambah Amir Sahlan.

Program pendampingan petani akan terus dilakukan secara berkala, melibatkan kelompok tani, penyuluh lapangan, dan mitra UMKM lokal. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang ekspor.

“Kami berambisi menjadikan jahe merah Hatungun sebagai ikon produk unggulan Kalsel yang dikenal hingga pasar nasional dan internasional,” tegas Amir.

Dengan strategi terpadu ini, jahe merah Hatungun tidak hanya diharapkan menjadi primadona hortikultura lokal, tetapi juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.

Bagikan Artikel Ini