




Peringatan Hari Ayah dan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di PAUD Citra Indonesia berlangsung semarak dan penuh kehangatan, Minggu (23/11/2025). Sekolah yang berlokasi di Banjarbaru itu menghadirkan momen berbeda melalui rangkaian kegiatan bertema “Ayahku Idolaku”, yang dirancang untuk mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.
Sejak pagi, lebih dari 50 siswa datang bersama ayah mereka dengan mengenakan kostum profesi. Suasana halaman sekolah berubah meriah saat para peserta mengikuti carnaval baju profesi yang menjadi pembuka acara. Ada yang tampil sebagai dokter, polisi, tentara, pilot, hingga profesi unik seperti petani, pemadam kebakaran, dan pegawai kantor.
Tidak hanya ayah dan anak yang tampil total, para miss atau pengajar PAUD Citra Indonesia juga mengenakan berbagai kostum menarik untuk menambah semarak acara. Ada yang memakai kostum dokter, chef, hingga pekerja layanan publik, membuat suasana semakin hidup dan penuh warna.
Beberapa ayah pun tak kalah antusias menyesuaikan kostum dengan anak mereka. Momen kebersamaan itu menjadi daya tarik tersendiri, terutama ketika keduanya melangkah bersama dalam kegiatan Fashion Show baju profesi yang dibagi dalam dua kategori: TK dan Kelompok Bermain.
Owner PAUD Citra Indonesia, Widi Sulitiyowati, mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai wadah anak untuk mengenal lebih dekat sosok ayah mereka, bukan hanya sebagai pencari nafkah tetapi juga teladan kehidupan.
“Kami ingin mengajak anak-anak melihat ayah dari sisi yang lebih hangat. Bahwa ayah adalah pahlawan mereka, seseorang yang bekerja, berjuang, dan hadir dalam setiap langkah perkembangan anak,” tuturnya.
Widi menambahkan, perpaduan peringatan Hari Ayah dan Hari Pahlawan memberikan pesan bahwa kepahlawanan tidak hanya ada dalam buku sejarah, tetapi juga dalam sosok orang tua di rumah.
“Ayah adalah pahlawan pertama dalam kehidupan seorang anak. Karena itu kami ingin menumbuhkan rasa bangga pada diri anak, sekaligus memberi ruang bagi ayah untuk terlibat aktif dalam kegiatan sekolah,” ujarnya.
Selain lomba busana, sekolah juga menyiapkan sesi permainan kolaboratif ayah dan anak yang bertujuan membangun kerjasama, komunikasi, dan rasa percaya. Gelak tawa dan sorakan kecil dari anak-anak terdengar sepanjang kegiatan, menandai kuatnya interaksi yang terbangun di antara mereka.
Widi berharap peringatan ini dapat menjadi agenda rutin agar semakin banyak orang tua terutama para ayah yang merasa memiliki ruang untuk hadir dalam proses pendidikan anak sejak usia dini.
“Ketika anak merasa didukung dan dicintai, mereka tumbuh lebih percaya diri dan bahagia. Itulah tujuan utama dari kegiatan seperti ini,” pungkasnya. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

