Bappeda Kalsel Gelar FGD Kajian KEK Mekar Putih, Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

4 Menit Baca

Dalam rangka penyusunan dokumen Analisis Pengembangan dan Proyeksi Rantai Nilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih terhadap komoditas unggulan Kalimantan Selatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Ekspose Antara dan Focus Group Discussion (FGD) Kajian KEK Mekar Putih, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Syahrir Bappeda Kalsel, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen kajian strategis guna menganalisis potensi pengembangan rantai nilai komoditas unggulan Kalimantan Selatan yang terintegrasi dengan keberadaan KEK Mekar Putih.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti menyampaikan, kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan sektor hulu hingga hilir, peluang peningkatan nilai tambah, penguatan daya saing daerah, serta proyeksi pengembangan ekonomi kawasan di masa mendatang.

“Melalui kajian ini, pemerintah daerah berupaya mendorong terciptanya ekosistem industri dan investasi yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. KEK Mekar Putih diharapkan tidak hanya menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan KEK Mekar Putih nantinya diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok regional maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Astuti juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi daerah yang dipengaruhi kondisi geopolitik global. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

“Di dalam RPJMD kita, target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2029 berada di angka 8,1 persen. Saat ini pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,67 persen dan kondisi geopolitik dunia tentu menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pembahasan bersama Bappenas dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2027 diproyeksikan berada pada kisaran 6,7 hingga 7,2 persen.

“Target ini sangat tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain. Karena itu, kami berharap ketika Peraturan Presiden terkait KEK terbit dan KEK Mekar Putih mulai beroperasi, target pertumbuhan ekonomi 8,1 persen pada 2029 dapat tercapai,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan target tersebut diperlukan keterlibatan dan kontribusi seluruh pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha agar dokumen yang dihasilkan benar-benar implementatif dan dapat diterapkan di lapangan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pandangan, masukan, serta pengalaman yang relevan sehingga hasil akhir dokumen nantinya dapat menjadi acuan yang berkualitas dalam mendukung pengembangan KEK Mekar Putih dan komoditas unggulan Kalimantan Selatan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Adapun beberapa hal yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut antara lain tersusunnya masukan dan rekomendasi strategis terhadap hasil kajian antara, teridentifikasinya potensi, tantangan, dan peluang pengembangan rantai nilai komoditas unggulan daerah, serta terbangunnya sinergi dan kesepahaman antar pemangku kepentingan dalam pengembangan KEK Mekar Putih.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan dokumen kajian yang komprehensif, implementatif, dan mendukung arah pembangunan ekonomi daerah, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan dan strategi pengembangan investasi yang mampu meningkatkan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat.

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini