

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kanker melalui kolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, saat menghadiri kegiatan pengukuhan pengurus YKI Cabang Kalsel. Ia menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru sekaligus harapan agar sinergi yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan ke depan.
“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan ke depan kita semakin baik untuk bekerja sama dalam rangka menurunkan angka kejadian kanker di Kalimantan Selatan,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Jum’at (17/4/2026).
Menurutnya, kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya pada perempuan. Ia menyebutkan bahwa setelah penyakit jantung, kanker menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian tertinggi.
“Untuk perempuan, kanker masih menjadi penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” jelasnya.
Diauddin menekankan bahwa kanker sebenarnya dapat ditanggulangi apabila terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kejadian kanker.
“Kanker itu bukan sesuatu yang tidak bisa ditangani. Justru bisa ditanggulangi jika ditemukan secara dini. Makanya deteksi dini itu sangat penting, dan di sinilah peran YKI sebagai mitra untuk mensosialisasikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa Dinas Kesehatan Kalsel terbuka untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk YKI, dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
“Selama ini kerja sama sudah berjalan dengan baik. Bahkan ada dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi, meskipun sesuai aturan tidak bisa diberikan setiap tahun, melainkan dua tahun sekali,” pungkas Diauddin.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti YKI, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan kanker di Kalimantan Selatan dapat semakin optimal, khususnya melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

