Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Wiji Cahyadi, memaparkan perkembangan informasi iklim dan prediksi curah hujan di Kalimantan Selatan dalam kegiatan Sosialisasi Informasi Meteorologi Penerbangan dan Maritim untuk Mendukung Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun 2026, melalui virtual, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendukung kelancaran transportasi udara dan maritim selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Wiji menjelaskan bahwa kondisi hujan di Kalimantan Selatan pada awal hingga akhir Februari 2026 menunjukkan variasi intensitas. Pada awal hingga pertengahan Februari umumnya didominasi curah hujan kategori menengah, sementara pada akhir Februari cenderung menurun menjadi kategori rendah.
Selain itu, hari tanpa hujan di wilayah Kalsel pada periode tersebut umumnya berada pada kategori sangat pendek, yaitu berkisar antara 1 hingga 5 hari.
Ia juga menyampaikan bahwa pada periode 1–10 Maret 2026, curah hujan harian di sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan berada pada kategori ringan. Namun demikian, terdapat beberapa wilayah yang mengalami hujan dengan intensitas lebat pada tanggal tertentu, yakni pada 3, 4, 8, dan 10 Maret 2026.
“Memasuki pertengahan Maret hingga awal April 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprediksi masih mengalami curah hujan kategori menengah, berkisar antara 50 hingga 75 milimeter per dasarian,” ujar Wiji.
Ia menambahkan bahwa sifat hujan pada periode tersebut diperkirakan didominasi kategori bawah normal.
Menurutnya, peluang curah hujan tinggi di atas 100 milimeter per dasarian pada pertengahan Maret masih mungkin terjadi di sebagian wilayah Kalsel bagian selatan, sementara pada akhir Maret peluang tersebut bergeser ke wilayah bagian utara.
“Namun untuk peluang curah hujan di atas 150 milimeter per dasarian pada periode ini diprediksi nihil,” jelasnya.
Lebih lanjut, BMKG memprediksi curah hujan di Kalimantan Selatan pada periode Maret hingga Mei 2026 secara umum berada pada kategori menengah dengan sifat hujan berkisar dari bawah normal hingga normal.
Sementara itu, awal musim kemarau 2026 di wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan mulai terjadi pada akhir April hingga akhir Juli 2026, dengan sifat musim kemarau yang diprediksi berada pada kategori bawah normal.
Melalui sosialisasi ini, BMKG berharap informasi meteorologi yang disampaikan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan, khususnya sektor transportasi udara dan maritim, dalam meningkatkan kewaspadaan serta memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

