BPBD Kalsel Paparkan Dampak Banjir dan Upaya Penanggulangan pada Program “Perspektif” TVRI

Sultan
2 Menit Baca

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Bambang Dedi Mulyadi, memaparkan kondisi terkini bencana banjir di Kalimantan Selatan dalam program Live TVRI Kalsel “Perspektif” bertema “Banjir Kalsel Alarm Alam dan Tanggung Jawab Kita”, edisi Senin (5/1/2026).

Dalam dialog tersebut, Bambang menjelaskan bahwa intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam sepekan terakhir menjadi faktor utama meluasnya bencana banjir di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Berdasarkan data sementara yang terus kami himpun dari BPBD kabupaten/kota, jumlah kepala keluarga terdampak mencapai sekitar puluhan ribu keluarga. Selain itu, tercatat 215 fasilitas pendidikan terdampak banjir,” jelas Bambang.

Ia menegaskan bahwa data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap 1×24 jam seiring perubahan kondisi di lapangan.

Bambang menyebutkan, wilayah terdampak tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota, mulai dari Banjarmasin, Banjar, Hulu Sungai, Tanah Bumbu hingga Kotabaru. Saat ini, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Banjar dengan jumlah terdampak mencapai 41.196 KK.

“Data ini kami kumpulkan secara berkelanjutan dari laporan kabupaten/kota. Ketika kondisi mulai surut, angka tersebut juga akan mengalami perubahan. Inilah karakter data kebencanaan yang sangat dinamis,” ujarnya.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bambang menegaskan peran strategis BPBD Provinsi Kalsel, yakni:

Meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan,

Memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta

Membangun kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

Dalam hal penanganan korban, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Muhidin terus mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk membantu masyarakat terdampak. Dinas Sosial telah membuka dapur umum, sementara bantuan logistik dan pelayanan lainnya disalurkan ke wilayah terdampak, terutama di Kabupaten Banjar dan beberapa kabupaten lainnya.

“Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi serta menjaga keselamatan dan kesehatan warga terdampak,” terang Bambang. 

Pada program ini, selain Bambang, juga hadir Pakar Hydrologi Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat (ULM) – Dr Nilna Amal dan Ketua Walhi Kalsel – Raden Rafiq. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini