





Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan I-VII Lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (2/6/2026).
Pelaksanaan Latsar ini menjadi langkah strategis dalam membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi ASN saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, ASN dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat, khususnya di era digitalisasi yang menempatkan pelayanan publik sebagai fokus utama.
“Menjadi seorang ASN di tahun 2026 menuntut adaptasi yang luar biasa cepat. Kita berada di era digitalisasi penuh, di mana masyarakat mengharapkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Faried menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar tahapan administratif untuk mengubah status CPNS menjadi PNS. Lebih dari itu, pelatihan ini merupakan proses pembentukan karakter, pola pikir, serta budaya kerja ASN yang berorientasi pada pelayanan publik dan nilai-nilai dasar profesi ASN.
“Latsar ini adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter, mindset, dan culture set seorang pelayan publik yang berintegritas. Setiap peserta harus mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam mendukung pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“Jaga kedisiplinan dan integritas selama mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Kembangkan inovasi di lingkungan kerja masing-masing dan jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi organisasi,” pesannya.
Selain itu, Faried mendorong peserta untuk membangun hubungan kerja yang baik dengan sesama peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
“Manfaatkan momentum Latsar ini untuk memperkuat kolaborasi dan networking antar-instansi maupun antar-daerah. Sinergi yang terbangun akan menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan Banua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Izzati Mulia Fardani, menjelaskan bahwa kurikulum Latsar tahun 2026 telah disusun untuk menjawab kebutuhan birokrasi modern yang semakin mengedepankan kompetensi digital dan inovasi pelayanan.
“Pelatihan Dasar tahun 2026 dirancang secara khusus untuk melahirkan ASN yang profesional, melek digital, adaptif, serta memiliki core values BerAKHLAK sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” jelasnya.
Menurut Izzati, pelaksanaan Latsar tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan karakter ASN agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Kami berharap para peserta mampu mengimplementasikan seluruh kompetensi yang diperoleh selama pelatihan ke dalam tugas dan fungsi di instansi masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan menuju Kalsel Maju,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2026 mencapai 280 orang yang terbagi ke dalam tujuh angkatan, terdiri dari CPNS lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Melalui pelaksanaan Latsar ini, BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi ASN yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

