





Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Abadi, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (16/2/2026).
Ahmad Bagiawan menegaskan bahwa RAT merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja koperasi sekaligus merumuskan langkah penguatan kelembagaan dan usaha ke depan.
“Selamat dan sukses atas terselenggaranya Rapat Anggota Tahunan KSP Sejahtera Abadi Tahun Buku 2025. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat silaturahmi antaranggota dan membawa koperasi ini semakin maju serta menyejahterakan anggotanya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa RAT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi momentum penting untuk menilai capaian usaha, transparansi pengelolaan, serta menyusun program yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Menurutnya, dari forum RAT inilah koperasi dapat memulai langkah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermutu agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ahmad Bagiawan juga menyampaikan perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan. Per Januari 2025 tercatat sebanyak 3.088 koperasi, dan pada Februari 2026 meningkat menjadi 4.924 koperasi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Kenaikan signifikan tersebut didorong oleh pembentukan 2.013 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari total koperasi binaan provinsi sebanyak 227 unit, tercatat 191 koperasi aktif dan 36 tidak aktif.
Lebih lanjut, ia mendorong KSP Sejahtera Abadi untuk bertransformasi menuju koperasi modern melalui penerapan Good Cooperative Governance (GCG).
“Koperasi modern adalah koperasi yang memiliki tata kelola baik, manajemen profesional, adaptif terhadap perubahan, serta memanfaatkan digitalisasi dalam pelayanan dan pelaporan,” tegasnya.
Adapun kriteria menuju koperasi modern meliputi penguatan pilar kelembagaan seperti daftar anggota berbasis elektronik, rekrutmen digital, manajemen profesional, serta pelaksanaan RAT secara daring sesuai regulasi.
Pada pilar usaha, koperasi didorong menerapkan model bisnis hulu-hilir, kemitraan terbuka, pelayanan digital, dan memiliki website. Sementara pada pilar keuangan, koperasi wajib menerapkan standar akuntansi transparan dan laporan keuangan berbasis digital.
Ahmad Bagiawan menyambut baik apabila KSP Sejahtera Abadi telah atau akan menerapkan program digitalisasi sebagai bagian dari inovasi. Ia berharap koperasi ini mampu memperkuat kemandirian, meningkatkan partisipasi anggota, serta memantapkan peran sebagai mitra pemerintah dalam memajukan perekonomian di Banua Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

