





PAUD Citra Indonesia untuk pertama kalinya menerima kunjungan edukasi dari Dosen Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kunjungan perdana ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui edukasi pemilahan sampah.
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus Dosen Fakultas Teknik ULM, Muhammd Daffa Abiyyu Rahman, ini menyasar peserta didik usia dini, khususnya anak-anak di tingkat Taman Kanak-kanak Besar (TKB). Anak-anak diajak mengenal jenis sampah organik dan anorganik melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Muhammd Daffa Abiyyu Rahman menyampaikan bahwa kunjungan edukasi ini menjadi momen penting untuk membangun fondasi kebiasaan baik sejak dini, terutama dalam pengelolaan sampah.
“Kunjungan edukasi ini merupakan yang pertama kali kami laksanakan di PAUD Citra Indonesia. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari pembelajaran berkelanjutan agar anak-anak memahami pentingnya memilah sampah sejak usia dini,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa meskipun masyarakat sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya, pemilahan sampah masih perlu diperkenalkan secara konsisten, terutama kepada generasi muda.
“Pemilahan sampah ini sangat berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Sampah anorganik dapat didaur ulang, sementara sampah organik bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos. Jika sejak awal sudah diajarkan, proses ini akan lebih mudah diterapkan di masa depan,” jelasnya.
Menurutnya, pembiasaan sejak usia dini akan membentuk karakter peduli lingkungan yang melekat hingga anak-anak tumbuh dewasa.
“Anak-anak yang sejak kecil sudah dikenalkan cara memilah sampah akan memiliki kesadaran bahwa sampah tidak bisa dibuang sembarangan. Kebiasaan ini akan terbentuk secara perlahan dan memudahkan generasi berikutnya untuk menyesuaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi lingkungan juga membuka wawasan bahwa sampah memiliki potensi nilai guna dan nilai ekonomi.
“Sampah tidak harus berakhir sebagai limbah. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat di masa depan,” tuturnya.
Melalui kunjungan edukasi perdana ini, Fakultas Teknik ULM berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan lingkungan sejak dini serta membangun sinergi dengan satuan pendidikan anak usia dini dalam menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

