Farmasi FMIPA ULM Gandeng APTFI Sukseskan Seminar Nasional di Kalsel

Bilal
3 Menit Baca
Farmasi FMIPA ULM Gandeng APTFI Sukseskan Seminar Nasional

Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dalam menyelenggarakan seminar Nasional di Kalimantan Selatan.

Seminar yang dilaksanakan di Banjarmasin selama tiga hari sejak 29–31 Oktober meliputi presentasi ilmiah, Workshop, dan rapat tahunan anggota APTFI Tahun 2025.

“Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi farmasi dari seluruh Indonesia dengan tujuan memperkuat sinergi antar perguruan tinggi farmasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Ahmad, di Banjarbaru Sabtu.

Kegiatan itu juga mampu memperbarui arah kebijakan strategis pendidikan tinggi farmasi diera transformasi kesehatan nasional.

Ahmad juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APTFI kepada ULM sebagai tuan rumah kegiatan nasional bergengsi ini.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa Jurusan Farmasi FMIPA ULM berkomitmen aktif dalam jejaring nasional pendidikan tinggi farmasi, sekaligus menjadi wadah penting untuk memperkuat integrasi riset dan pengabdian yang berdampak pada masyarakat,” ujar Rektor ULM.

Manurut dia, kegiatan workshop instrumen dan non instrument adalah sebagai sarana peningkatan keterampilan praktikum dan analisis laboratorium bagi dosen dan mahasiswa.

Pada presentasi ilmiah dosen dan mahasiswa menampilkan hasil penelitian terkini di bidang farmasi klinik, farmasetika, kimia bahan alam, bioteknologi farmasi, dan teknologi farmasi modern.

Sedangkan pada rapat tahunan anggota APTFI membahas arah kebijakan pendidikan tinggi farmasi nasional, sinkronisasi kurikulum, serta strategi akreditasi internasional.

Ketua APTFI Prof. Dr. apt. Yandi Syukri juga menyampaikan bahwa kolaborasi dan sinergi nasional menjadi kunci dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan tinggi farmasi.

“APTFI mendorong setiap institusi untuk berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi, serta kebutuhan industri kesehatan modern,”katanya.

Dia menjelaskan, harmonisasi kurikulum dan peningkatan kompetensi lulusan adalah bagian penting dari upaya kita bersama menuju pendidikan farmasi yang unggul dan berdaya saing global.

Prof. Yandi juga mengapresiasi Jurusan Farmasi FMIPA ULM yang telah berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional yang berkelas dan terkoordinasi dengan baik.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Dr. Fauzan Adziman menekankan pentingnya kontribusi riset farmasi terhadap pembangunan kesehatan nasional.

“Farmasi merupakan garda terdepan dalam inovasi kesehatan. Pemerintah terus mendukung inisiatif penelitian dan pengembangan obat, bahan alam, serta teknologi farmasi yang dapat berkontribusi langsung bagi ketahanan kesehatan nasional dan kemandirian farmasi Indonesia,” tuturnya.

Fauzan juga mendorong perguruan tinggi farmasi agar terus membangun jejaring riset lintas institusi, memperkuat publikasi internasional, dan mengembangkan kerja sama dengan industri farmasi nasional.

Bagikan Artikel Ini