Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Fokus pembangunan tidak lagi semata pada infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga.
Sekretaris Daerah Kotabaru Eka Saprudin, doi kotabaru mengatakan, pembangunan di Kotabaru harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya membangun gedung, tapi juga membangun harapan dan kehidupan yang lebih baik.
Salah satu program unggulan yang menjadi simbol perubahan pelayanan publik adalah Mal Pelayanan Publik (MPP) Kotabaru. Keberadaan MPP mempermudah masyarakat mengurus berbagai administrasi dan perizinan dalam satu tempat, termasuk layanan paspor dengan adanya Kantor Imigrasi di dalamnya.
“MPP bukan sekadar bangunan baru, tapi simbol perubahan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien,” tambah Eka.
Selain sektor pelayanan, Pemkab juga memperkuat akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kerja sama ini memungkinkan generasi muda Kotabaru melanjutkan kuliah tanpa harus ke luar daerah.
Di bidang ketenagakerjaan, Balai Latihan Kerja (BLK) terus aktif menggelar pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat.
“Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin masyarakat menjadi lebih mandiri,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab juga mendorong pengembangan kerajinan berbasis bahan alam, terutama dari pandan laut yang banyak tumbuh di wilayah pesisir. Produk yang semula hanya berupa tikar kini telah berkembang menjadi tas, sepatu, dompet, hingga ornamen modern bernilai jual tinggi.
“Kreativitas ini membuka pasar baru sekaligus memperkenalkan budaya lokal. Anak muda Kotabaru harus bangga dengan produk daerahnya,” tutur Eka.
Lebih jauh, Eka menegaskan bahwa arah pembangunan di Kotabaru dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Program pemberdayaan UMKM, pelatihan kerja, serta pengembangan desa wisata terus digalakkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
“Membangun itu penting, tapi menjaga hasilnya jauh lebih penting. Semua pihak harus ikut berperan agar manfaat pembangunan bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

