

Suasana penuh khidmat sekaligus kehangatan mewarnai acara pelepasan purna tugas bagi 50 anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian panjang para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari peran baru di tengah masyarakat. Menurutnya, nilai integritas, loyalitas, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan para purna tugas diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi ASN berikutnya di Kalimantan Selatan.
”Terima kasih atas semua tenaga, pikiran, dan dedikasi terbaik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Banjarmasin, Rabu (25/2/2026).
Momen menarik terjadi saat Syarifuddin menceritakan perjalanan karier salah satu pensiunan, Gusti Yanuar Noor Rifai, yang telah mengabdi selama 37 tahun. Perjalanan kariernya menjadi cerminan transformasi zaman—mulai dari masa menggunakan mesin ketik manual hingga era komputer dan smartboard.
Selain memberikan apresiasi, Gubernur juga merespons masukan terkait tantangan tata kelola keuangan. Menindaklanjuti saran dari para purna tugas mengenai pentingnya tenaga akuntansi dalam pemeriksaan keuangan, Pemerintah Provinsi berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko bagi seluruh kepala SKPD.
Program ini nantinya akan bekerja sama dengan BPKP untuk memastikan setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan telah diperhitungkan dampaknya secara matang bagi masyarakat. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

