Perusahaan Batubara PT Borneo Indobara dorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sumber Makmur Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan melalui melalui pelatihan pembuatan kain sasirangan dan eco print
“Ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dampak keberlanjutan melalui pengembangan keterampilan yang dapat diimplementasikan menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan masyarakat,” kata Empowerment & Development Dept. Head PT BIB, Silvyna Aditia, di Batulicin Sabtu.
Silvyna di dampingi PIC Program Pendidikan, Ni Made Narstuti menerangkan, pelatihan ini dilaksanakan pada 14-19 juni, pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi Nota Kesepahaman (MoU) antara CSR PT Borneo Indobara dengan Pemerintah Desa Sumber Makmur terkait pengembangan program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi desa.
Melalui MoU tersebut, CSR PT Borneo Indobara berkomitmen mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri dan produktif melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta pembukaan akses pasar bagi produk-produk masyarakat
Program pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan diikuti oleh sebanyak 30 peserta yang berasal dari masyarakat Desa Sumber Makmur dengan semangat untuk mempelajari keterampilan baru di bidang kerajinan berbasis budaya lokal dan pemanfaatan bahan-bahan alami.
Selain menjadi sarana peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan produk unggulan desa yang memiliki nilai tambah ekonomi serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Untuk memberikan pembelajaran yang komprehensif, CSR PT Borneo Indobara menghadirkan dua pelaku usaha dan praktisi sasirangan berpengalaman, yaitu Ibu Reni selaku Owner SBK Sasirangan dan Sandi Agustinus selaku Owner Kantan Sasirangan.
Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan sejarah dan nilai budaya kain sasirangan, teknik dasar pembuatan motif, proses pewarnaan, hingga praktik pembuatan eco print menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Selain aspek teknis produksi, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang pengembangan usaha dan pemasaran produk kreatif berbasis kearifan lokal.
“Selama pelatihan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti setiap sesi praktik dengan penuh semangat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan peserta terhadap potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari produk kerajinan khas daerah,” terangnya.
Semangat dan keterlibatan aktif peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi usaha produktif sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Berbagai hasil karya yang dihasilkan selama pelatihan menunjukkan kreativitas peserta dalam mengolah motif sasirangan maupun teknik eco print yang memanfaatkan unsur alam sebagai bagian dari desain produk.
Kepala Desa Sumber Makmur, Muhammad Adib, menyampaikan apresiasinya kepada CSR PT Borneo Indobara atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan baru yang memiliki nilai ekonomi,” kata Adib.
Adib berharap, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen yang telah dibangun melalui kerja sama antara Pemerintah Desa Sumber Makmur dan CSR PT Borneo Indobara dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat,” ungkap Muhammad Adib.
Owner SBK Sasirangan, Reni menilai masyarakat Desa Sumber Makmur memiliki potensi yang baik dalam mengembangkan produk sasirangan dan eco print apabila mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
“Saya melihat peserta memiliki semangat belajar yang luar biasa. Kreativitas yang ditunjukkan selama pelatihan menjadi modal penting untuk menghasilkan produk yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Dengan latihan dan pendampingan yang konsisten, saya optimis masyarakat dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Sandi Agustinus, Owner Kantan Sasirangan, yang melihat peluang pasar produk sasirangan dan eco print masih terbuka luas.
“Saat ini produk yang mengangkat budaya lokal dan konsep ramah lingkungan memiliki nilai tambah di mata konsumen. Sasirangan dan eco print memiliki potensi besar untuk berkembang apabila terus didukung melalui peningkatan kualitas, inovasi desain, dan strategi pemasaran yang tepat. Saya melihat masyarakat Desa Sumber Makmur memiliki semangat dan kemampuan yang baik untuk mengembangkan produk-produk tersebut ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

