Rakerprov IMI Kalsel Bahas Pembinaan Atlet dan Event Otomotif 2026 Hingga Persiapan Pra-PON 2027

Sultan
4 Menit Baca

Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) dengan fokus utama memperkuat pembinaan atlet dalam rangka persiapan menghadapi Pra-PON 2027. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan klub otomotif yang terdaftar resmi di bawah naungan IMI Kalsel. Rakerprov ini menjadi momentum penting karena merupakan Rakerprov pertama yang digelar di Indonesia pasca Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI. 

Deputy of Organization, Nasta Oktavian sebagai utusan Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Rakerprov IMI Kalsel. 

Menurutnya, IMI Pusat diharapkan program-program yang dirumuskan dapat berjalan optimal pada tahun 2026.

“Semoga Rakerprov ini bisa berjalan sukses dan program-program tahun 2026 bisa dijalankan dengan baik,” katanya.

Dalam forum tersebut, IMI Pusat juga memaparkan sejumlah pembaruan kebijakan nasional, mulai dari sistem pendaftaran klub, Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga pembaruan aplikasi pendaftaran. Selain itu, disosialisasikan pula manfaat KTA, termasuk perlindungan asuransi bagi anggota, serta penyesuaian standar penyelenggaraan event dan keselamatan (safety).

Terkait kalender Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Nasta menyebutkan hingga kini belum dirilis secara resmi karena masih menunggu pleno pengurus pusat yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.

“Biasanya setelah Rakernas kita laksanakan pleno dulu. Setelah itu baru rilis resmi kami keluarkan,” ujarnya.

Nasta juga mengungkapkan perkembangan positif IMI Kalsel dengan meningkatnya jumlah klub aktif. Dari sebelumnya sekitar 24 klub, kini tercatat sudah mencapai 34 klub aktif.

“Angka ini cukup besar, apalagi biasanya kalau ke arah timur jumlah klub makin sedikit. Ini menunjukkan ekosistem otomotif di Kalsel berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi, mengatakan pembahasan teknis terkait Pra-PON belum dilakukan secara rinci, namun pihaknya telah menyiapkan langkah awal pembinaan cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Kalau kemarin dua cabang, sekarang jadi tiga cabang olahraga, yakni balap motor, grass track, dan mini 4WD. Mini 4WD kemarin masih eksibisi di Medan–Aceh, ke depan kita akan cari bibit muda Kalsel dari sini,” jelas Edy.

Ia berharap Rakerprov perdana ini menjadi pemantik semangat bersama dalam memajukan otomotif daerah.

“Alhamdulillah ini gawi beimbai, kayu beimbai istilah orang Banjar. Mudah-mudahan ini jadi semangat untuk mendorong otomotif, bukan hanya prestasi, tapi juga pariwisata,” katanya.

Menurut Edy, pengembangan otomotif memiliki potensi besar untuk mengangkat sektor pariwisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Jangan Kalsel hanya dikenal dari tambang saja, tapi juga dari event otomotif berskala nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah klub motor di Kalimantan Selatan sebenarnya mencapai ratusan, namun belum seluruhnya terorganisir secara resmi di bawah IMI.

“Yang penting mereka terorganisir, punya visi yang baik, dan bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tegasnya.

Selain roda dua, IMI Kalsel juga menargetkan pengembangan cabang roda empat, seperti off-road dan rally. Bahkan, rally jarak panjang direncanakan digelar pada 2026 dengan pusat kegiatan di Banjarbaru, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakerprov IMI Kalsel, Erni Sari, menambahkan Rakerprov juga menjadi ajang penyusunan kalender event tahun berikutnya, sekaligus pelantikan pengurus baru.

“Hari ini juga ada dua pengurus yang dilantik dari Kotabaru dan Banjarmasin,” jelasnya.

Erni turut menekankan pentingnya pembinaan atlet muda dan atlet perempuan di dunia otomotif.

“Saya sebagai atlet wanita sangat berharap ada regenerasi atlet perempuan, baik di roda dua maupun roda empat. Khusus roda empat, atlet wanita masih sangat langka,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini