RSUD Ulin Banjarmasin Gelar FGD, Bahas Penguatan Layanan hingga Pusat Jantung Terpadu

3 Menit Baca

RSUD Ulin Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah perangkat daerah di Gedung Tower Lantai 8, Selasa (5/5/2026). 

Forum ini menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

FGD dihadiri Tenaga Ahli Gubernur, Dinas Kesehatan Kalsel, Bappeda, Biro Administrasi Pembangunan, jajaran direksi rumah sakit milik pemerintah provinsi, serta Biro Hukum. Di antaranya Direktur RSUD Ulin, Direktur RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh, Direktur RSJ Sambang Lihum, dan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Among Wibowo, menyampaikan bahwa FGD ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus diskusi strategis antar rumah sakit dan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

“Melalui forum ini, kita menyatukan persepsi, memaparkan layanan unggulan masing-masing rumah sakit, serta mendiskusikan arah pengembangan ke depan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Among menegaskan komitmennya mendukung visi pembangunan daerah, khususnya pada sektor kesehatan dengan pengembangan sumber daya manusia dan layanan unggulan. Salah satu program prioritas adalah pembangunan Pusat Jantung Terpadu (PJT) yang diharapkan menjadi rujukan utama di Kalimantan.

RSUD Ulin juga memaparkan rencana strategis hingga 2030, yang mencakup lima misi utama, di antaranya peningkatan mutu layanan melalui akreditasi, penguatan sebagai rumah sakit rujukan regional, serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.

Selain itu, rumah sakit ini memiliki sembilan layanan prioritas seperti layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), kanker, jantung, stroke, uronefrologi, diabetes melitus, tuberkulosis, infeksi, dan gastroenterologi. Dari keseluruhan layanan tersebut, difokuskan menjadi lima layanan unggulan utama, yakni KIA, kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Lebih lanjut, layanan jantung terpadu menjadi prioritas utama yang terus dikembangkan. Proyek ini telah dirintis sejak 2017 dan mengalami berbagai tahapan perencanaan, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga revisi pada 2025. 

Pusat Jantung Terpadu tersebut dirancang dengan fasilitas modern berstandar internasional, lengkap dengan peralatan canggih seperti cath lab serta ruang perawatan hingga kelas VIP. Jika terealisasi, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi rujukan pasien ke luar daerah bahkan luar negeri.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti penentuan lokasi pembangunan serta kebutuhan anggaran yang besar. Selain itu, revisi dokumen analisis dampak lalu lintas (andalalin) juga menjadi salah satu syarat yang harus diselesaikan.

Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia dinilai cukup mendukung, dengan keberadaan dokter spesialis jantung yang kompeten, termasuk yang tengah menjalani pelatihan di luar negeri.

Melalui FGD ini, RSUD Ulin berharap terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

“Kami mengharapkan masukan dan arahan dari semua pihak agar pengembangan layanan kesehatan, khususnya di RSUD Ulin, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutup dr. Among. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Bagikan Artikel Ini