

Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalimantan Selatan mencatat capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang membanggakan. Di tahun 2025, capaian PAD BKOM Kalsel mencapai 95,86 persen, mendekati target maksimal 100 persen.
Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menyebut capaian tersebut sebagai prestasi luar biasa, terutama di tengah menjamurnya pusat kebugaran swasta yang menjadi kompetitor langsung.
“Buat saya ini luar biasa, capaian kita sudah sampai 95,86 persen, hampir 100 persen. Apalagi l kita tahu sekarang kompetitor di luar itu banyak sekali,” ujar Susi di Banjarbaru, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, tingginya capaian PAD tidak lepas dari keunggulan layanan BKOM yang tidak dimiliki oleh tempat kebugaran pada umumnya. Meski banyak gym swasta bermunculan, BKOM tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Kalau tempat nge-gym swasta itu banyak, tapi BKOM punya keunggulan sendiri. Kita punya personal trainer, dan mereka ini tenaga-tenaga expert yang sering di-hire pihak eksternal, terutama di bidang olahraga,” jelasnya.
Susi menambahkan, keunggulan lain BKOM terletak pada kualitas sumber daya manusia. Tenaga pendukung kebugaran di BKOM berasal dari latar belakang perawat dan dokter yang memang memiliki kompetensi khusus di bidang olahraga.
“Tenaga kita ini perawat-perawat dan dokter-dokter yang memang khusus menangani olahraga. Jadi kalau misalnya terjadi cedera ringan, itu tidak perlu ke tukang pijat, kita tangani sendiri di sini,” ungkapnya.
Pelayanan medis dan kebugaran tersebut diberikan dengan biaya yang sangat terjangkau, karena BKOM menerapkan tarif pemerintah yang berorientasi pada upaya menyehatkan masyarakat.
“Tarif pemerintah itu kan tujuannya memang untuk menyehatkan masyarakat. Biaya yang dibayarkan itu hanya untuk instrumen yang kita pakai, seperti obat-obatan, dan itu tidak seberapa,” kata Susi.
Ia membandingkan biaya layanan BKOM dengan tempat kebugaran lain. Jika gym swasta umumnya mematok tarif Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, BKOM Kalsel tetap konsisten menerapkan tarif Rp10 ribu sejak 2022 hingga 2026 tanpa kenaikan.
“Mau senam tetap Rp10 ribu, mau nge-gym sepuasnya dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam tetap Rp10 ribu. Silakan pergunakan alat-alat yang ada,” tegasnya.
Selain tarif murah, loyalitas pelanggan BKOM juga didukung oleh sistem pemantauan kebugaran yang terukur. Setiap pengunjung yang akan menggunakan layanan gym terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kondisi fisik.
“Sebelum nge-gym, kita ukur dulu tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, sampai massa otot. Minggu depan datang lagi, kita ukur lagi. Jadi mereka punya medical record dan bisa tahu ada peningkatan atau tidak,” jelas Susi.
Hal tersebut menjadi nilai tambah yang tidak banyak ditemui di tempat kebugaran lain.
“Itu keunggulan kita. Kalau di tempat lain kan biasanya tidak ada pemeriksaan seperti itu,” pungkasnya.
Dengan capaian PAD yang hampir menyentuh 100 persen dan keunggulan layanan berbasis kesehatan, BKOM Kalsel optimistis tetap menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kebugaran secara aman, terukur, dan terjangkau. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

