Warga Desa Pantai Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bersuka cita menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah dengan melestarikan budaya lokal melalui fertival tanglong.

Camat Kelumpang Selatan Sugeng, di Kotabaru, Sabtu mengatakan, tanglong adalah tradisi pawai kendaraan hias khas masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan untuk menyambut 1 Syawal.

“Tradisi ini menggabungkan seni budaya Islami, kreativitas masyarakat, dan semangat gotong royong,” katanya.

Dia mengatakan, agenda ini menjadi kebanggaan tersendiri dan menandakan kita semua masih melestarikan budaya yang ada di Desa Pantau selama bulan Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri.

Sugeng juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta festival tanglong yang telah menunjukkan kreativitas luar biasa dalam menampilkan beragam hiasan yang indah dan penuh makna.

Baginya festival tanglong ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan tradisi yang sangat berarti khususnya bagi masyarakat Desa Pantai umumnya bagi warga Kelumpang Selatan.

Kepala Desa Pantai H. Hariansyah menerangkan, pada acara tersebut ada tujuh tanglong atau kelompok yang mengikuti festival tersebut.

“Jarak yang di tempuh kurang lebih sekitar satu kilo meter dengan rute mengelilingi Desa Pantai,” kata Hariansyah.

Dia menerangkan, festival ini rutin dilaksanakan setiap tahun menggunakan dana swadaya masyarakat. Total hadiah yang disiapkan oleh panitia mencapai Rp5 juta.

Kategori yang dilombakan yakni tanglong terindah dan halaman tanglong luas paling luas dan kreatifitas dalam menghias.

“Tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya karena tahun kemarin banyak kenda dan peminatnya juga sedikit. Festifal ini juga kami kemas dengan acara makan gratis untuk masyarakat Desa Pantai,” tutup Hariasyah.