
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel menggelar Youth Bootcamp 2026 bertema “Pemuda Berdaya, Pemuda Berkarya” di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan (OKP), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga organisasi kemahasiswaan lainnya untuk berdiskusi mengenai dinamika sosial dan perkembangan informasi di era digital.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz mengatakan Youth Bootcamp menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat idealisme dan daya kritis generasi muda di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan kegiatan berdiskusi bersama dalam forum Youth Bootcamp 2026. Teman-teman dari kampus, OKP, BEM dan organisasi lainnya berdiskusi bersama menyikapi dinamika yang terjadi di Kalimantan Selatan,” kata Pebriadin didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini membuat masyarakat hidup dalam situasi yang disebut sebagai “dunia tanpa redaksi”, di mana setiap orang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi secara bebas melalui media digital.
Karena itu, forum seperti Youth Bootcamp dinilai penting sebagai ruang literasi dan penguatan wawasan agar generasi muda mampu memilah informasi secara bijak serta tetap mempertahankan nilai-nilai kritis dan idealisme.
Pebriadin menuturkan, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam literasi digital, menjadi tantangan yang perlu terus didorong di Kalimantan Selatan.
Ia berharap para peserta tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten yang positif, konstruktif, dan memberikan solusi bagi pembangunan daerah.
“Kita berharap kontennya bisa positif, mengkritik dalam konteks membangun, kemudian menawarkan solusi, ide dan gagasan untuk Kalimantan Selatan yang lebih baik ke depan,” katanya.
Selain itu, para pemuda juga diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan terus menyebarkan nilai-nilai positif serta mengedukasi publik dalam menghadapi banjir informasi di era digital.
“Bukan lagi hanya soal siapa yang memproduksi informasi, tetapi bagaimana kita mampu memilah, memfilter, dan mencerna informasi itu agar tidak menjadi paparan negatif bagi publik,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

