




Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel menggelar Sosialisasi Pembinaan Lembaga Budaya Dana Indonesiaraya Tahun 2026 di Banjarbaru, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong keterlibatan aktif para pegiat budaya di Banua dalam mengakses dana stimulan kebudayaan dari pemerintah pusat.
Sosialisasi ini dihadiri sebanyak 52 organisasi dan lembaga budaya se-Kalimantan Selatan serta dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.
Dalam sambutannya, Syarifuddin menjelaskan bahwa Dana Abadi Kebudayaan merupakan bentuk komitmen negara dalam memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan. Pengelolaan dana tersebut diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021.
“Sejumlah aset atau investasi disisihkan dan dikelola agar pokok dananya terus berkembang, sedangkan hasil pengelolaannya dimanfaatkan untuk pengembangan program pendidikan dan kebudayaan,” ujar Syarifuddin.
Ia mengungkapkan, data nasional periode 2022–2025 menunjukkan masih rendahnya penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan di Kalimantan Selatan. Dari total 3.757 penerima manfaat secara nasional, Kalsel baru mencatatkan 21 penerima manfaat. Sebagian besar penerima masih terpusat di kawasan perkotaan, yakni Banjarmasin sebanyak delapan penerima dan Banjarbaru tiga penerima.
Sementara itu, beberapa daerah seperti Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tapin belum memiliki penerima manfaat sama sekali.
“Sebaran penerima masih didominasi kawasan urban utama. Melalui sosialisasi ini, kami berharap informasi terkait pengelolaan dana abadi dapat tersebar luas sehingga mendorong peningkatan perwakilan dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Syarifuddin juga menekankan bahwa Kalimantan Selatan memiliki modal budaya yang kuat, terutama dengan status Geopark Meratus sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut harus menjadi motivasi bagi para pegiat budaya untuk menghasilkan karya kreatif yang layak memperoleh dukungan pendanaan.
Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjutnya, siap memberikan pendampingan teknis kepada calon penerima manfaat agar proses administrasi dan mekanisme pendanaan dapat berjalan sesuai prosedur.
“Saya yakin banyak pegiat budaya di Banua yang berbakat, kreatif, dan potensial untuk mengembangkan aktivitas budaya melalui dukungan pendanaan ini. Kami siap memberikan pendampingan terkait tata cara dan prosedur yang berlaku,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Investasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Muhammad Oriza, mengatakan pemerintah terus memperluas pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiaraya untuk mendukung eksistensi para pelaku budaya di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas sosialisasi karena memiliki potensi budaya besar, namun tingkat serapan manfaat program masih tergolong rendah.
“Dari sekitar 3.700 penerima manfaat secara nasional, Kalimantan Selatan baru menyumbang 21 penerima. Sementara dalam program beasiswa pendidikan, baru sekitar 300 orang asal Kalsel yang terakomodasi dari total 60 ribu mahasiswa penerima beasiswa,” jelas Oriza.
Ia menambahkan, pada tahun ini pemerintah berkomitmen menyalurkan dana sebesar Rp500 miliar untuk berbagai program kebudayaan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelaku budaya, komunitas, dan pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan dapat memahami proses pendaftaran dan pengelolaan dana tersebut secara lebih mendalam,” imbuhnya.
Oriza menjelaskan, sejak pertama kali dianggarkan pada 2021 sebesar Rp1 triliun, total Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola LPDP kini telah mencapai Rp6 triliun.
Pemanfaatan dana tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nasional, di antaranya lebih dari 500 kreasi dan karya baru, penerbitan 150 buku, produksi 137 film dokumenter, penyelenggaraan 87 pertunjukan seni, serta berbagai karya digital dan aplikasi.
Selain itu, lebih dari 1.000 kegiatan publik telah dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 35 ribu pelaku budaya dan 8.900 komunitas, serta menjangkau 1,5 juta audiens di seluruh Indonesia.
Hal senada disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Selatan, Manggar Sri Ayuati. Ia berharap informasi mengenai Dana Indonesiaraya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku seni perseorangan hingga lembaga kebudayaan di pelosok daerah.
“Kami berharap informasi tentang Dana Indonesiaraya dapat tersebar luas di seluruh Kalimantan Selatan dan dijangkau masyarakat umum, baik perseorangan, komunitas, maupun lembaga kebudayaan, guna mendukung upaya pemajuan kebudayaan di Banua,” ujarnya.
Pemanfaatan dana tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga mampu menjadi stimulan agar kegiatan kebudayaan dapat berjalan secara konsisten dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

