PT Borneo Indobara Intensifkan Pengendalian Debu Pelabuhan Bunati Hadapi Kemarau Ekstrem

3 Menit Baca

Memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin tenggara, PT Borneo Indobara (BIB) terus mengintensifkan upaya pengendalian debu di kawasan Pelabuhan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan guna menekan potensi debu yang terbawa angin ke permukiman warga sekaligus menjaga kualitas lingkungan sekitar.

Dalam melancarkan tindakan preventif, PT BIB menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca serta perubahan musim yang cepat dan akurat.

Coal Chain Coordinator & CPP Operation Dept Head PT BIB, Hari Gemilaksono di Batulicin, Sabtu, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan serangkaian strategi, baik jangka pendek maupun rencana jangka panjang.

Untuk penanganan jangka pendek, PT BIB memperkuat infrastruktur penyiraman di area pelabuhan Menambah dua unit pompa spraying serta jalur pipa induk baru untuk meningkatkan tekanan dan distribusi air di area crushing plant, stockpile, BLC, dan titik operasional lainnya.

Dengan mengoptimalkan di 80 titik dust suppression di area hopper, conveyor, crushing plant, hingga BLC guna menekan debu beterbangan.

Mengerahkan tiga unit water truck berkapasitas 20.000 liter untuk melakukan penyiraman jalan operasional secara estafet sepanjang shift. Meningkatkan konsumsi debit air operasional dari 130 mᶟ per Jam pada kondisi normal menjadi 170–200 mᶟ per jam.

Bantuan untuk warga sekitar PT BIB menyediakan water truck khusus untuk menyiram jalan di permukiman warga Desa Mekarjaya.

Sebagai langkah berkelanjutan, PT BIB telah menyiapkan pasokan air dari kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan mencapai 665.826 Mᶟ guna menjaga keberlanjutan sistem pengendalian debu selama kemarau panjang.

Selain itu, program penghijauan di sekitar wilayah operasional juga terus berjalan secara bertahap.

Upaya tanggap tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Mekarjaya, Yono. Menurutnya, langkah antisipatif yang dilakukan perusahaan sangat membantu warga dalam menghadapi kemarau ekstrem tahun ini.

“Kemarau tahun ini tak bisa kita pungkiri memang cukup ekstrem dengan angin tenggara. Tapi sebelum itu, ternyata BIB sudah punya rencana penanganan. Kondisi sekarang semua sisi sudah bergerak, ini menjadi atensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk pengurangan debu karena kemarau yang panjang. Hilang memang tidak mungkin, tapi sumbangsih dari PT BIB sudah sangat membantu,” ujar Yono.

Yono juga mengungkapkan bahwa sejauh ini warganya tidak ada yang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sementara itu, ER & Sustainability Development Dept Head PT BIB, R. Lington, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan penanganan lingkungan.

BIB Juga berupaya utuk complay terhadap aturan terkait lingkungan, semua tenaga kerja sdh mengikuti sertifikasi jabatan sebagaimana mengikuti aturan dalam rangka Good Mining Pratice.

Selain itu piahka manajemen berupaya bagaimana agar perusahaan berjalan dengan lancar sehingga kesempatan kerja untuk masyarakat bisa berlanjut dan PAD juga terjaga.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjalankan operasional yang ramah lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar,” pungkas Lington.

Bagikan Artikel Ini